Tanda-Tanda Bayi Mengalami Penyakit Jantung Bawaan

Penyakit Jantung BawaanPenyakit jantung bisa menyerang siapa saja, tak terkecuali bayi sekalipun. Adapun beberapa jenis penyakit jantung bawaan pada bayi sebagai berikut: VSD atau Ventracular Septal Defect (sekat bilik jantung berlubang), PDA atau Persisten Duktus Arteriosus Persisten (kelainan pada pembuluh darah), PS atau Pulmonary Stenosis (penyempitan katup paru), ASD atau Atrial Septal Defects (sekat serambu jantung berlubang), dan lain sebagainya.

Bayi yang memiliki penyakit jantung bawaan dipicu lantaran ibunya memiliki penyakit diabetes, ketika hamil tidak lepas dari rokok atau minuman beralkohol, terlalu banyak mengkonsumsi makanan berpengawet, minum obat di luar anjuran dokter, terinfeksi virus TORCH (Toksoplasma, Rubela, Cytomegalovirus/CMV, dan Herpes Simplex), dan pola hidup buruk lainnya.

Ketika hamil sebaiknya jangan lakukan tindakan-tindakan yang hanya memberikan kesenangan bagi diri sendiri, tetapi tidak memikirkan keselamatan/kesehatan janin di dalam kandungan. Sebaiknya lakukan tindakan ini selama hamil:

  • Kurangi konsumsi makanan dengan kadar gula tinggi
  • Lakukan USG
  • Jauhi pemakaian obat jerawat, pemutih wajah, dsb
  • Hindari rokok & alkohol
  • Hindari foto rontgen hingga berulang kali
  • Lakukan skrining TORCH

By the way, bagaimana tanda-tanda bayi mengalami penyakit jantung bawaan? Secara umum, berikut ini tanda-tanda bayi mengalami penyakit jantung bawaan:

  1. Kulit membiru. Ketika menangis, bagian-bagian seperti bibir, kuku, dan lidah menjadi biru jika bayi mengidap penyakit jantung bawaan. Hal ini terjadi karena jantung tidak berfungsi optimal sehingga seluruh tubuh bayi kekurangan aliran darah terutama saat aktivitas meningkat seperti menangis.
  2. Sesak nafas. Apakah bayi sering sesak nafas meski melakukan aktivitas ringan? Atau bahkan, terlihat cukungan yang dalam pada dada bayi ketika ia menarik napas? Waspada, ini tanda bayi mengalami penyakit jantung bawaan. Hal ini terjadi karena pembuluh darah jantung yang tersumbat akibat penumpukan plak sehingga jantung tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup.
  3. Berat badan sulit naik. Berat badan adalah indikator kesehatan bayi. Apabila bayi tak kunjung mengalami kenaikan berat badan, besar kemungkinan bayi mengalami penyakit jantung selain memiliki gangguan pencernaan, kelainan darah, ruminasi (memuntahkan makanan), dsb.

Perlu diketahui bahwa sering kali penyakit jantung bawaan tidak memberikan gejala yang signifikan pada bayi. Alhasil, penyakit jantung bawaan terkadang baru dapat diketahui ketika bayi tumbuh jadi remaja atau dewasa. Oleh karenanya, penting untuk melakukan pemantauan cermat pada bayi bahkan hingga ia menginjak remaja atau dewasa dengan melakukan pemeriksaan bedah atau non-bedah seperti halnya foto rontgen, rekam listrik jantung, USG jantung, atau CT-Scan. Semakin cepat diketahui adanya penyakit jantung bawaan, semakin cepat untuk ditindaklanjuti dan semakin berpeluang besar untuk sembuh.

Untuk pengobatan penyakit jantung bawaan pada bayi sendiri bisa dilakukan tanpa bedah yakni dengan memanfaatkan beberapa peranti berikut:

  • Coils serta Amplatzer Duct Onccluder guna menutup kelainan pada pembuluh darah jantung melalui proses kateterisasi jantung.
  • Amplatzer Septal Occluder (ASO) guna menutup ASD atau Atrial Septal Defects (sekat serambi jantung berlubang).
  • Amplatzer Ventricle Occluder (AVO) guna menutup VSD atau Ventracular Septal Defect (sekat bilik jantung berlubang).

Dalam proses penyembuhan penyakit jantung bawaan, peran orang tua sangat penting. Orang tua patut menyediakan waktu yang cukup guna memantau pengobatan bayi. Sebab, untuk penyakit mematikan seperti penyakit jantung bawaan tidak bisa hanya kontrol satu atau dua kali saja. Bayi dengan penyakit jantung bawaan harus terus dikontrol pada dokter spesialis jantung sampai kondisi bayi benar-benar normal. Di sisi lain, pemantauan tumbuh kembang anak juga penting dilakukan orang tua.